BISNIS

Mudahnya Memiliki Perusahaan Besar
Monday, 12 March 2012
Siapa bilang memiliki perusahaan besar itu susah. Asal ada kemauan,siapa saja dapat memiliki sebuah perusahaan besar,berkelas papan atas, terkenal, dan menguntungkan.
Caranya sederhana: belilah saham perusahaan tersebut di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan membeli saham sebuah perusahaan, maka sebenarnya Anda sudah ikut memiliki perusahaan itu. Jika perusahaan mendapatkan keuntungan, maka Anda akan ikut menikmatinya.Tapi, jika perusahaan itu menderita kerugian, Anda juga harus bersedia memikul kerugiannya. Begitulah memang jika kita membeli atau berinvestasi saham di pasar modal.

Tidak perlu modal besar,cukup membeli satuan minimal–satu lot saja– Anda sudah tercatat sebagai pemilik atau pemegang saham perusahaan tersebut.Anda bisa duduk sejajar–bahkan berinteraksi– dengan pemegang saham lainnya yang memiliki jutaan lembar saham.Jadi jika Anda ingin memiliki PT Astra International (ASII) misalnya, maka Anda tinggal membeli saham ASII di pasar.Begitu pun jika ingin memiliki perusahaan lainnya. Membeli (saham) sebuah perusahaan bisa dikatakan merupakan investasi yang paling fleksibel dan sederhana.

Fleksibel berarti investor bisa mengganti jenis saham yang dibelinya kapan saja ia mau. Sederhana, karena membeli saham tidak membutuhkan jalur birokrasi yang berliku. Investor yang berinvestasi di saham tidak perlu melewati banyak meja birokrasi yang sering menyebalkan. Pada umumnya,perusahaan besar yang kini menjadi favorit di Bursa Efek Indonesia (BEI) membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk meraih prestasi atau posisi seperti saat ini. PT Astra International Tbk (ASII) misalnya, emiten yang memiliki sejumlah anak usaha di berbagai sektor ini membutuhkan waktu puluhan tahun untuk bisa tetap eksis seperti sekarang.

Dari uraian di atas, terlihat bahwa tidak mudah untuk membangun sebuah kerajaan bisnis yang sukses. Semua itu membutuhkan biaya dan usaha yang tidak sedikit.Investasi di sektor riil selalu menyedot waktu, energi, dan biaya yang besar dengan tingkat keberhasilan yang bisa dibilang fiftyfifty, tergantung situasi internal dan eksternal yang mendukungnya.

Membeli Saham

Adakah jalan pintas agar kita bisa cepat memiliki perusahaan besar dan menguntungkan. Jawabannya pasti ada. Satu-satunya jalan menuju ke sana hanyalah dengan membeli saham perusahaan tersebut di BEI. Dengan membeli saham, investor dengan sangat mudah memangkas semua kerumitan tersebut. Ia tidak perlu lagi berurusan dengan birokrasi, dan permasalahan lainnya.

Masyarakat juga bisa memilih perusahaan yang bagus dan prospektif. Jika ada seorang investor kelas kakap yang ingin memiliki usaha pertambangan, misalnya,maka ia tidak perlu memulai lagi dari nol dengan melakukan survei lokasi dan mengukur kadar dan besarnya kandungan yang ada di perut bumi. Ia tidak perlu menghabiskan energi untuk mempelajari syarat-syarat mendirikan sebuah perusahaan tambang baru.Yang perlu ia lakukan hanyalah mencari dana sebesarbesarnya sehingga bisa mengakuisisi atau melakukan take over atas perusahaan yang sudah ada.

Dengan kata lain, investasi saham bisa dikatakan merupakan jalan untuk mempunyai perusahaan dengan skala besar. Investor bisa memilih dan menentukan perusahaan mana yang dianggap sehat dan memiliki prospek baik di masa depan. Untuk membeli saham dan bisa meraih keuntungan, investor harus b e r s e d i a mempelajari hitam putihnya perusahaan. Ini jelas sangat berbeda dengan apabila investor memilih jalur investasi di sektor riil. Ia harus menghitung modal, risiko, dan strategi pemasaran agar dapat berkompetisi dengan perusahaan sejenis yang sudah ada.

Dengan bahasa sederhana, investor yang berinvestasi di saham sama artinya dengan membeli perusahaan yang sudah jadi,perusahaan yang jelas sudah stabil secara organisasi maupun pasar, sudah mendapatkan keuntungan,dan memiliki peluang yang besar untuk tumbuh dan berkembang.Oleh karena itu, sangat wajar jika untuk memiliki perusahaan semacam itu investor harus membayar dengan harga yang lebih tinggi. Ini tidak hanya berlaku untuk investor ritel, tapi juga investor-investor kakap yang ingin memiliki saham dengan porsi besar.

Dengan kata lain, harga saham perusahaan yang prospektif memiliki tingkat premium yang tinggi. Dengan demikian, jangan heran jika dalam kasus-kasus tertentu seperti hostile take over terhadap perusahaan besar dengan kinerja baik selalu dilakukan dengan harga lebih tinggi (premium price) dari harga book value.Premium merupakan harga yang harus dibayar atas prestasi yang telah dicapai oleh perusahaan.

Ini semacam kompensasi yang harus diberikan oleh investor baru terhadap pemegang saham lama sebagai pendiri (founders) yang selama ini telah berusaha keras mempertahankan dan membesarkan perusahaan. Selain keunggulan tersebut, investasi di saham juga bersifat sederhana.Tidak ada prosedur birokrasi yang bertele- tele dan sarat dengan pungutan liar.Dalam investasi di saham, siapa pun bisa melakukannya tanpa persyaratan yang rumit.

Siapa pun,asalkan ia memiliki dana yang mencukupi, maka dengan mudah ia akan dapat masuk ke pasar saham dan memborongnya hingga mendapatkan gelar pemegang saham mayoritas. Istilahnya, jika tujuan Anda ingin naik ke puncak dan jika Anda dapat memulai dari tangga ke tujuh, mengapa harus bersusah-payah memulai dari tangga pertama? _ Tim BEI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s